Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi nilai adat, saling menghormati, serta mengedepankan objektivitas dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul.
“Mari bersama-sama kita selesaikan berbagai persoalan ini secara objektif, terbuka, dan mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yaitu menjaga kelestarian sejarah, adat, dan budaya Melayu sebagai warisan yang sangat berharga bagi Kabupaten Langkat,” tutup Tiorita.
Dalam audiensi tersebut, pihak Kesultanan Negeri Langkat memperkenalkan struktur organisasi kesultanan sekaligus memaparkan sejumlah program pelestarian sejarah dan budaya Melayu yang menjadi bagian dari visi organisasi. Mereka juga memberikan penjelasan terkait sejumlah isu yang berkembang mengenai keberadaan Kesultanan Negeri Langkat.
